Mencari pasutri di
Paroki Kranji yang mau mengikuti kegiatan Kursus Pastoral Keluarga (KPK)
angkatan kedua tidak semudah yang dibayangkan. Pendaftaran dibuka hari Minggu,
9 Juni. Namun hingga pekan pertama bulan Juli pasutri yang mendaftar masih di
bawah angka sepuluh. Padahal kegiatan KPK akan dimulai 4 Agustus.
Romo
Ansel pun dilaporkan perkembangannya. Romo Ansel berjanji akan meminta DPH
Paroki untuk menyurati para Koordinator Wilayah dan Ketua Lingkungan. DPH
mengirim surat. Namun sepekan kemudian, surat DPH belum membuahkan hasil.
Panitia makin gelisah. Romo Ansel dan Romo Rido pun ikut mengawal. Selepas Misa
Kedua hari Minggu, Romo Ansel dan Romo Rido rajin menyambangi stan KPK.
Beberapa pasutri terkena OTT Romo Ansel dan Romo Rido. Mereka disuruh
mendaftar. Kehadiran kedua Romo sangat membantu, meski belum memuaskan. Karena
masih jauh dari target panitia.
Hingga
pekan ketiga bulan Juli, pasutri yang mendaftar belum mencapai sepertiga dari 50 pasutri yang ditargetkan. Namun pada awal
Agustus, pasutri yang mendaftar semakin banyak. Ibarat main bola, rupanya gol penentu
kemenangan tercipta di injury time. Alhasil
hingga batas akhir pendaftaran pada Sabtu, 3 Agustus, pasutri yang mendaftar
sebanyak 34 pasutri. Namun dua pasutri mengundurkan diri, karena alasan
pribadi. Hasil ini cukup memuaskan. Meski masih jauh dari target. Tapi
setidaknya lebih dari jumlah peserta KPK angkatan pertama, yang menggaet 29 pasutri. Rasa malu dan tekanan kegagalan yang dirasakan panitia pun terhapuskan.
Cerita
behind the scece kerja panitia KPK 2
ini sengaja kami paparkan di sini untuk memberikan gambaran kepada umat, betapa
sulit mengubah cara pandang kita terhadap sesuatu yang sudah berjalan setiap
hari. Kursus Pastoral Keluarga itu apa sih? Apalagi sih yang mesti dipelajari
di KPK, toh persoalan keluarga sudah tiap hari dialami dan digeluti? Itu
pertanyaan yang kerap terlontar.
Jatuh Cinta
Ibarat lirik lagu Mulanya Biasa
Saja, karya Pance Pondaag, yang dipopulerkan Meriam Bellina, seperti itu pula gambaran
suasana batin para peserta terhadap kegiatan KPK. Dari biasa saja, lalu jatuh
cinta. Setidaknya, ini pengakuan sejumlah pasutri. Robertus Sumadia, misalnya,
mengaku sangat bersyukur dan beruntung mengikuti kegiatan KPK. “Untung aku ikut
KPK! Bukan saja mendapat pencerahan dari narasumber, tapi masih berlanjut
dengan artikel-artikel pendek di situs ini (website KPK 2),” kata Pak Madia,
yang juga Ketua Lingkungan St. Matheus 3.
Yohanes Fadjar Lelono dari
Lingkungan St. Markus 1 juga mengaku sangat merasakan manfaatnya mengikuti
kegiatan KPK. “Yang tadinya saya pikir saya sudah cukup, karena saya dibaptis
dari bayi, tetapi ternyata banyak hal yang saya tidak ketahui, dan saya
dapatkan di sini,” ujar Pak Fadjar.
Menurut pasutri yang telah menikah
46 tahun ini, materi-materi yang diperolehnya dalam kegiatan KPK dapat
diimplementasikan dalam kehidupan keluarga dan di Lingkungan. “Sebelum saya
mengikuti sesi-sesi pelajaran di KPK ini, dulu saya Ketua Lingkungan, dan
pernah beberapa kali menangani persoalan keluarga yang seperti ini. Ya,
sedikitlah saya mengerti. Tapi dengan ilmu yang saya dapatkan di KPK ini,
kelihatannya akan lebih mantap lagi untuk masa depan,” ungkap suami dari Maria
Theresia Wahyuning Astuti.
Lain lagi pasutri muda Yustinus
Adi Yulianto dan Sulistyaningsih dari Lingkungan St. Ignatius 3. Pasutri yang
belum genap setahun menikah itu mengaku, mengikuti kegiatan KPK karena
terdorong rasa ingin tahu, dan ke depannya bisa membantu orang lain. “Saya ke
sini untuk melihat, ngapain sih. Karena masih muda, udahlah ikut ini. Nanti
kalau ada yang membutuhkan bisa sharing
dengan yang seusia,” kata Mas Adi.
Perbaiki Komunikasi
Manfaat langsung mengikuti
kegiatan KPK yang paling dirasakan pasutri Adi-Sulis adalah soal komunikasi
suami-istri. Pasutri yang menikah 1 Desember 2018 mengaku, ada persoalan
kesenjangan komunikasi dalam rumah tangga mereka. “Biasanya itu kalau kita
pulang kerja, saya nonton tv, dia main hp di kamar. Gak ada ngobrolnya. Terus
nanti kalau tidur, dia sudah tidur, saya main hp,” ujar Mas Adi, yang disambung
Mbak Sulis, “terus kalau lagi bete, diam-diaman. Gak ada yang ngobrol.”
Mas Adi dan Mbak Sulis berjanji,
sepulang dari kegiatan KPK, mereka akan memperbaiki kuantitas dan kualitas komunikasi
yang selama ini terasa kurang. “Saya ingin berubah setelah acara ini. Saya akan
lebih memperhatikan istri,” janji putra kedua dari Korwil St. Ignatius Pak Almateus
Sukiran. Semoga.
(nn)


Tak kenal maka tak sayang, sebelum ikut KPK hidup sebagian menganggap dg usia perkawinan yg panjang otomatis sudah tahu segalanya ternyata sebaliknya, pengaruh TI sangat cepat membuat orang tua semakin ketinggalan zamam dan harus terus belajar mengubah mainset.
BalasHapusTidak dapat dipungkiri bahwa jaman berlari sangat cepat dan tidak memandang usia. Peran orang tua tentu sangat penting didalam keluarga.
HapusSebagai orang tua yang memiliki anak-anak atau cucu yang lahir dan tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi, mau tak mau, Anda harus terus memperbarui kemampuan dan skill berteknologi.
Menurut Lucian Teo, User Education and Outreach Manager, Google Asia Pacific, Teknologi diciptakan pasti untuk kebaikan. Dan sudah selayaknya anak-anak juga diizinkan untuk terlibat dalam perkembangan teknologi. Yang penting adalah untuk selalu menanamkan sikap-sikap positif sebagai orang tua. Bagaimana untuk memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dan perkembangan pengetahuan anak-anak.
Ajarkan anak-anak untuk memaksimalkan teknologi untuk hal-hal yang baik dan positif. Ingatkan untuk tidak berbagi informasi yang tidak penting dan selalu menghormati privasi orang lain. Dan yang penting, gunakan teknologi bersama-sama dengan anak agar Anda bisa tetap mengawasinya senantiasa.
Seperti nama akun Anda, langkah kaki jangan berhenti untuk terus mewartakan kabar baik. Roma 10: 14-15, Betapa indahnya kaki mereka yang membawa kabar baik.
Pada zaman Alkitab, satu-satunya cara untuk "membawa" kabar baik adalah membawanya secara fisik, berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Kemajuan teknologi, telah membuka banyak saluran komunikasi tambahan, yang semuanya dapat kita gunakan untuk memperbesar kecepatan kita menyebarkan Firman Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati.