Membangun sebuah keluarga berkualitas dan harmonis di jaman modern, apalagi yang tinggal di kota
besar seperti Bekasi, bukan perkara gampang. Tingginya tuntutan kebutuhan
kerapkali mengharuskan suami dan istri sama-sama berperan sebagai pencari
nafkah. Suami-istri yang
sama-sama bekerja bukan tanpa risiko, apalagi bila tempat kerja jauh dari tempat
tinggal, sebagaimana dialami banyak pasutri di Bekasi. Berangkat dari rumah
sebelum matahari terbit dan pulang ke rumah setelah matahari terbenam. Yang
tersisa kemudian, hanyalah lelah fisik, kerap juga pikiran. Tentu saja, kondisi
suami-istri seperti itu tak punya cukup waktu lagi untuk bercengkrama dan
bermain dengan anak-anak mereka. Akibatnya, anak-anak mereka memilih jalannya
sendiri, menjadikan ponsel dan televisi sebagai teman bermain. Itulah secuil
potret kehidupan dan penggalan pengalaman keluarga-keluarga modern di kota
besar, tak terkecuali terjadi pada keluarga Katolik.
Bila demikian, apakah keluarga Katolik seperti itu bisa diharapkan menjadi Gereja Kecil, tempat persemaian dan
pemupukan benih-benih kasih? Apakah Gereja justru membiarkan saja kondisi
keluarga Katolik seperti itu terjadi? Padahal Gereja sungguh menaruh harapan
besar kepada keluarga-keluarga Katolik agar menjadi fondasi bagi pendidikan
iman dan karakter anak-anak mereka, sebelum diserahkan ke sekolah dan
masyarakat.
Menyadari pentingnya keluarga Katolik sebagai
peletak dasar pendidikan anak, maka Seksi Kerasulan Keluarga Paroki Kranji
kembali menyelenggarakan kegiatan Kursus Pastoral Keluarga (KPK). Ini kali
kedua Paroki Kranji mengadakan kegiatan KPK. Pada KPK 2 ini kami mengambil
tema, “Menjadi Keluarga Katolik yang Kokoh di Jaman Now”. Tema ini mengandung
harapan, melalui kegiatan KPK, para peserta diingatkan kembali akan perannya
sebagai penanggung jawab pertama dan utama dalam pendidikan iman dan karakter
anak-anak mereka. Sehingga harapan untuk menjadikan keluarga sebagai Gereja
Kecil yang membuahkan anak-anak Katolik yang makin bernas dalam beriman dan
berakhlak bisa terwujud. Dengan demikian, keluarga Katolik dapat menjadi
semacam seminarium yang subur bagi lahirnya generasi muda Katolik jaman now dan
mendatang, yang kualitas iman dan ilmunya mumpuni. Panitia KPK 2
