Diberdayakan oleh Blogger.

ST. MIKAEL - PAROKI KRANJI - BEKASI BARAT

Rabu, 11 September 2019

Retus Bukan Sekadar Ritus

2 comments
Kursus Pastoral Keluarga (KPK) angkatan kedua Paroki Kranji ditutup dengan retret perutusan (retus) di Wisma Samadi, Klender, Sabtu-Minggu, 7-8 September. Dari 32 pasutri yang mendaftar, 31 pasutri mengikuti kegiatan hingga penutupan di Wisma Samadi, sementara satu lainnya berhalangan hadir, karena ada urusan pekerjaan kantor.

Retus KPK 2 dibuka dengan Misa pada pukul 14.30 WIB, yang dipimpin Romo  Fransiscus Xaverius Lucas, SVD. Dalam kotbahnya Romo Lucas mengajak para pasutri untuk selalu menjaga keutuhan dan kekudusan keluarga. Bila tidak menjaga keutuhan dan kekudusan keluarga, kata Romo Lucas, jangan pernah berharap anak cucu kita menjadi keluarga yang baik. Karena itu, Romo Lucas berharap, agar para pasutri selalu menghadirkan Tuhan dalam keluarga masing-masing.

Seusai Misa, para peserta langsung menuju ruang makan untuk menikmati snack. Sesudahnya mereka kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan rehat sejenak.

Tepat pukul 16.30 WIB Romo Lucas menyajikan materi mengenai panggilan. Penyajian Romo Lucas diawali dengan menceritakan latar belakang keluarga dan lika-liku panggilan membiaranya. Romo Lucas bercerita, dari latar belakangnya yang beretnis Tionghoa, sebenarnya ia lebih pantas menjadi pengusaha. Dan pilihan menjadi pengusaha itu sudah pernah dirintisnya di Sydney, Australia. Namun di Sydney pula Romo Lucas ‘ditangkap’ Tuhan, dan ‘digiring’ masuk ke biara SVD di kota Epping, sebelum melanjutkan ke biara SVD di Batu, Malang.

Menurut Romo Lucas, sebagaimana yang dialaminya, kalau Tuhan sudah berkehendak, kita sulit menolaknya. Tuhan memanggil kita, termasuk panggilan dalam hidup berkeluarga, karena ada tujuannya.

Romo Lucas menambahkan, para pasutri mengikuti retus bukan karena ingin berkumpul keluarga, tapi karena panggilan Tuhan. Tuhan yang memanggil dan menghendaki para pasutri menjadi pewarta bagi anak cucu. “Kalau kita mau anak cucu kita bahagia, mengalami kasih Tuhan, kita harus menjadi pewarta untuk mereka. Kalau mereka tidak mau mendengar, itu urusan nanti,” kata imam yang ditahbiskan di Jakarta 2010 lalu itu.

Usai materi Romo Lucas, semua peserta menuju ruang makan. Ada pemandangan yang beda di ruang makan. Para istri duduk manis di meja makan, sementara para suami sibuk mengambilkan makanan. Ini momen memanjakan istri, sebelum istri melayani suami pada saat sarapan pagi.

Momen Dramatis

Setelah makan malam, acara diisi oleh pemateri pasutri Lenny-Mulyo dari Paroki St. Lukas Sunter. Pasutri Lenny-Mulyo mengawali paparan dengan menceritakan suka duka perjalanan rumah tangga hingga mereka terpanggil untuk melayani Tuhan di berbagai kegiatan gereja. Pesan yang ingin disampaikan pasutri ini adalah tidak ada rumah tangga yang bebas dari persoalan, yang beda hanya respons dan cara mengatasinya.

Selanjutnya pasutri ini memimpin acara pembasuhan kaki. Suami-istri saling membasuhkan kaki, sebagai ungkapan cinta dan tanda bhakti. Ada momen sedih dan dramatis ketika beberapa pasutri berpelukan diiringi tetesan air mata. Acara ini ditutup dengan pemberian sepucuk surat cinta dan mawar merah kepada sang istri sebagai wujud kasih.

Minggu pagi dibuka dengan adorasi di kapel. Setelah itu para pasutri diberi kesempatan menikmati romantika masa pacaran dengan jalan-jalan berdua di lingkungan komplek Wisma Samadi. Acara jalan-jalan berdua disudahi ketika saat sarapan pagi tiba.

Pukul 08.10 WIB pasutri Lenny-Mulyo kembali hadir dalam acara pencurahan Roh Kudus. Para peserta merasakan kekuatan Roh Kudus hadir di tengah mereka. Setelah sesi ini, dilanjutkan dengan pemaparan hasil survei oleh Ketua Panitia Xaverius Sus Satriyo Adi Suryo dan sharing pengalaman hidup dari Pak Anastasius Wahyuhadi, Penasihat Panitia.

Seluruh rangkaian retus ditutup dengan Misa peneguhan pasutri. Dan dilanjutkan santapan siang, sebelum kembali ke rumah masing-masing.  

KPK Bermanfaat

Pertanyaan yang kerap menghantui panitia, apakah materi-materi yang diberikan dalam kegiatan KPK 2 ini bermanfaat bagi peserta? Ternyata, para peserta mengaku, semua materi tersebut sangat bermanfaat bagi mereka dalam menata kehidupan keluarga selanjutnya. Dari hasil survei yang dibikin panitia terungkap, 100 persen peserta mengaku semua materi KPK 2 sangat bermanfaat bagi mereka. Para peserta juga mengaku puas.

Hasil survei mengenai kepuasan peserta setidaknya bisa menjadi acuan bagi panitia KPK 3 pada tahun 2020 mendatang dalam menyusun silabus materi dan narasumber. Ketua KPK 3 telah terpilih dalam acara penutupan KPK 2 di Wisma Samadi. Yang terpilih menjadi komandan KPK 3 adalah pasutri Mikhael Angelo Stevano-Agnes Olivia dari Wilayah St. Vincentius. Selamat berkerja, Bung Mekhe dan Mbak Oliv.


 (nn)       

2 komentar:

  1. flashback kegiatan acara KPK2 memberi bekal u KPK Selanjutnya, setidaknya sdh ada bayangan kegiatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puji Tuhan, luar biasa. Semoga bisa menjadi legacy untuk KPK selanjutnya.
      Berkah dalem

      Hapus

Created with by Rio Satriyo