Kursus Pastoral Keluarga (KPK) angkatan kedua Paroki
Kranji ditutup dengan retret perutusan (retus) di Wisma Samadi, Klender,
Sabtu-Minggu, 7-8 September. Dari 32 pasutri yang mendaftar, 31 pasutri
mengikuti kegiatan hingga penutupan di Wisma Samadi, sementara satu lainnya
berhalangan hadir, karena ada urusan pekerjaan kantor.
Retus KPK 2 dibuka dengan Misa pada pukul 14.30 WIB,
yang dipimpin Romo Fransiscus Xaverius
Lucas, SVD. Dalam kotbahnya Romo Lucas mengajak para pasutri untuk selalu
menjaga keutuhan dan kekudusan keluarga. Bila tidak menjaga keutuhan dan
kekudusan keluarga, kata Romo Lucas, jangan pernah berharap anak cucu kita
menjadi keluarga yang baik. Karena itu, Romo Lucas berharap, agar para pasutri selalu
menghadirkan Tuhan dalam keluarga masing-masing.
Seusai Misa, para peserta langsung menuju ruang makan
untuk menikmati snack. Sesudahnya
mereka kembali ke kamar masing-masing untuk mandi dan rehat sejenak.
Tepat pukul 16.30 WIB Romo Lucas menyajikan materi
mengenai panggilan. Penyajian Romo Lucas diawali dengan menceritakan latar
belakang keluarga dan lika-liku panggilan membiaranya. Romo Lucas bercerita,
dari latar belakangnya yang beretnis Tionghoa, sebenarnya ia lebih pantas menjadi
pengusaha. Dan pilihan menjadi pengusaha itu sudah pernah dirintisnya di
Sydney, Australia. Namun di Sydney pula Romo Lucas ‘ditangkap’ Tuhan, dan ‘digiring’
masuk ke biara SVD di kota Epping, sebelum melanjutkan ke biara SVD di Batu,
Malang.
Menurut Romo Lucas, sebagaimana yang dialaminya, kalau
Tuhan sudah berkehendak, kita sulit menolaknya. Tuhan memanggil kita, termasuk
panggilan dalam hidup berkeluarga, karena ada tujuannya.
Romo Lucas menambahkan, para pasutri mengikuti retus
bukan karena ingin berkumpul keluarga, tapi karena panggilan Tuhan. Tuhan yang
memanggil dan menghendaki para pasutri menjadi pewarta bagi anak cucu. “Kalau kita
mau anak cucu kita bahagia, mengalami kasih Tuhan, kita harus menjadi pewarta
untuk mereka. Kalau mereka tidak mau mendengar, itu urusan nanti,” kata imam
yang ditahbiskan di Jakarta 2010 lalu itu.
Usai materi Romo Lucas, semua peserta menuju ruang makan.
Ada pemandangan yang beda di ruang makan. Para istri duduk manis di meja makan,
sementara para suami sibuk mengambilkan makanan. Ini momen memanjakan istri,
sebelum istri melayani suami pada saat sarapan pagi.
Momen Dramatis
Setelah makan malam, acara diisi oleh pemateri pasutri
Lenny-Mulyo dari Paroki St. Lukas Sunter. Pasutri Lenny-Mulyo mengawali paparan
dengan menceritakan suka duka perjalanan rumah tangga hingga mereka terpanggil
untuk melayani Tuhan di berbagai kegiatan gereja. Pesan yang ingin disampaikan
pasutri ini adalah tidak ada rumah tangga yang bebas dari persoalan, yang beda
hanya respons dan cara mengatasinya.
Selanjutnya pasutri ini memimpin acara pembasuhan
kaki. Suami-istri saling membasuhkan kaki, sebagai ungkapan cinta dan tanda
bhakti. Ada momen sedih dan dramatis ketika beberapa pasutri berpelukan diiringi
tetesan air mata. Acara ini ditutup dengan pemberian sepucuk surat cinta dan
mawar merah kepada sang istri sebagai wujud kasih.
Minggu pagi dibuka dengan adorasi di kapel. Setelah
itu para pasutri diberi kesempatan menikmati romantika masa pacaran dengan
jalan-jalan berdua di lingkungan komplek Wisma Samadi. Acara jalan-jalan berdua
disudahi ketika saat sarapan pagi tiba.
Pukul 08.10 WIB pasutri Lenny-Mulyo kembali hadir
dalam acara pencurahan Roh Kudus. Para peserta merasakan kekuatan Roh Kudus
hadir di tengah mereka. Setelah sesi ini, dilanjutkan dengan pemaparan hasil survei
oleh Ketua Panitia Xaverius Sus Satriyo Adi Suryo dan sharing pengalaman hidup dari Pak Anastasius Wahyuhadi, Penasihat
Panitia.
Seluruh rangkaian retus ditutup dengan Misa peneguhan pasutri.
Dan dilanjutkan santapan siang, sebelum kembali ke rumah masing-masing.
KPK Bermanfaat
Pertanyaan yang kerap menghantui panitia, apakah
materi-materi yang diberikan dalam kegiatan KPK 2 ini bermanfaat bagi peserta?
Ternyata, para peserta mengaku, semua materi tersebut sangat bermanfaat bagi
mereka dalam menata kehidupan keluarga selanjutnya. Dari hasil survei yang
dibikin panitia terungkap, 100 persen peserta mengaku semua materi KPK 2 sangat
bermanfaat bagi mereka. Para peserta juga mengaku puas.
Hasil survei mengenai kepuasan peserta setidaknya bisa
menjadi acuan bagi panitia KPK 3 pada tahun 2020 mendatang dalam menyusun
silabus materi dan narasumber. Ketua KPK 3 telah terpilih dalam acara penutupan
KPK 2 di Wisma Samadi. Yang terpilih menjadi komandan KPK 3 adalah pasutri
Mikhael Angelo Stevano-Agnes Olivia dari Wilayah St. Vincentius. Selamat
berkerja, Bung Mekhe dan Mbak Oliv.
(nn)





flashback kegiatan acara KPK2 memberi bekal u KPK Selanjutnya, setidaknya sdh ada bayangan kegiatan.
BalasHapusPuji Tuhan, luar biasa. Semoga bisa menjadi legacy untuk KPK selanjutnya.
HapusBerkah dalem